Tol Fungsional Lancarkan Arus Mudik Di Jatim
17/07/2017

Surabaya - Lalu lintas angkutan lebaran di Jawa Timur tahun ini dirasa lebih lancar dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya, dioperasikannya jalan tol fungsional di sejumlah ruas jalan tol yang menuju Jawa Tengah.

Tol fungsional memanjang dari Surabaya-Mojokerto. Dari Mojokerto ke Kertosono dan ke Sragen Jawa Tengah. Tol fungsional itu terbukti mengurai kemacetan di kawasan pertigaan Mengkreng yang setiap tahun menjadi biang kemacetan.

Senin (19/6/2017) Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf meresmikan operasi dan fungsional Jalan Tol Surabaya-Kertosono. Ruas tol ini memanjang sejauh 78 km dan merupakan bagian jalur alternatif Jalan Tol Trans Jatim. Jalan tol yang beroperasi pukul 06.00 – 17.00 WIB pada tanggal 19 Juni – 2 Juli 2017 ini hanya diperbolehkan melintas bagi kendaraan pribadi.

Terhitung sejak hari itu, jalan tol yang menghubungkan Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten dan Kota Mojokerto tersebut diberlakukan untuk para pengendara, terutama pemudik dalam rangka Lebaran 2017.

Tidak hanya berhenti di Mojokerto, ruas tol tersebut juga sudah tersambung hingga Kertosono yang melintasi Kabupaten Jombang hingga Kabupaten Nganjuk, tepatnya lepas Sungai Brantas setelah simpang Mengkreng.

Empat gerbang tol disediakan di pintu masuk Waru. Pemudik dari arah Surabaya mengambil jalur tengah atau Perak. Nanti akan ada papan petunjuk mengarah ke jalur tol ini.

Dalam sambutannya, Gus Ipul-sapaan lekat Wagub Jatim mengapresiasi atas difungsikannya jalan tol Surabaya-Kertosono. Dengan adanya jalan tol itu sebagai jalur alternatif yang bisa mengurai kepadatan kendaraan di jalan sehingga mampu mengurangi kemacetan yang biasa terjadi pada musim arus mudik seperti di Medaeng, Sepanjang, Kletek, Mojokerto bahkan sampai Mengkreng.

“Kita harapkan dengan adanya jalur alternatif ini kemacetan bisa diatasi. Mudah-mudahan bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan. Dengan tol ini mudik lebaran jadi membahagiakan,” ujarnya.

Gus Ipul mengimbau kepada para pemudik yang melintas jalan tol ini agar bisa menjaga kecepatan kendaraannya tidak melebihi 40 km per jam. Selain itu bagi pengendara diharapkan untuk lebih berhati-hati dan waspada di pintu masuk maupun keluar dari jalan tol yang memang biasanya terjadi penumpukan.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Jasa Marga Surabaya Mojokerto (JSM) Budi Pramono mengaku bersyukur walaupun tanah baru bebas terakhir 30 Maret 2017, namun jalan ini sudah tersambung meski hanya satu jalur. “Alhamdulillah semua sudah tersambung dan bisa digunakan oleh pemudik meski satu jalur dan masih bersifat fungsional,” katanya.

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat  meninjau infrastruktur jalan yang akan dilalui para pemudik mengatakan, tol fungsional itu sebagai solusi mengatasi kepadatan mobilitas transportasi di jalan utama dari Surabaya ke luar kota," ujarnya sambil menunjukkan kondisi jalan di Desa Banjaran, Driyorejo, Kab. Gresik sebagai tempat rest area yg disediakan BUJT.

Melihat kondisi jalan yang telah dilalui, Pakde Karwo menjelaskan, jalan tol ini belum sempurna seratus persen, sehingga penjagaan menjadi sangat penting untuk dilakukan, terutama masih adanya jalan lintas sebidang.

Untuk bagian sambungan-sambungan jalan yang belum selesai, lanjutnya, harus diperbanyak pengamanan untuk penyamaan ketinggian jalan apalagi juga masih ada penyeberangan yang belum selesai.

Menurutnya, jalan yang dibuka satu lajur ini menggunakan manajemen pengarusan jalan, diatur pada saat mudik dari timur ke barat, sedangkan untuk balik dari barat ke timur. "Jadi ada rekayasa transportasi untuk mengatasi kemacetan," kata Pakde Karwo.

Pengecekan jalan tol ini sendiri diawali dengan memasuki gate area jalan masuk tol Surabaya-Mojokerto. Sebagian besar jalan yang dilalui sudah bisa dilewati satu jalur untuk dua kendaraan.

Jalan tol Surabaya-Mojokerto pada bagian seksi 2 masih bnyk dijumpai jalan yang bergelombang. Pada seksi 3 sudah cukup baik untuk dilalui. Jalan tol tersebut bisa dilewati kendaraan bermotor mulai pukul 06.00 dan pintu utama dari Surabaya ditutup pada pukul 17.00 WIB.

Dalam pandangan mata kunjungan Pakde Karwo, jalan sudah dalam kondisi dibeton dan beberapa masih ada yang bergelombang. Gundukan tanah juga masih dijumpai di sisi kanan dan kiri jalan yang bisa dilalui, tampak juga rumah warga. Di sekitar jalan tol masih belum ada penerangan jalan, namun petunjuk jalan sudah terpasang cukup jelas bagi pengendara.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai urugan tanah di sisi kiri kanan jalan tol, Pakde Karwo menyakinkan bahwa sudah ada pengamanan dan solusi preventif  untuk mengatasi permasalahan tersebut. (red)

Di Kelola Oleh Sekretariat Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur
Jl. Ahmad Yani No. 268 Surabaya Tlp. (031) 8292276, 8291530, Fax. (031) 8292012
Email: dishubllajjatim@gmail.com